RSS

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

17 Jan

A. MAKANAN
Makanan merupakan suatu zat yang bisa dimasukkan ke dalam tubuh dan berfungsi bagi tubuh. Ada- nya suplai makanan menjadikan tubuh bisa tumbuh dan berkembang, energi tidak habis, dan tentu kekuatan tubuh tetap terjaga.
Di alam ini, sumber makanan yang dapat dikonsumsi sangat melimpah. Mulai dari padi, ikan, telur, sayuran-sayuran, dan buah- buahan semua bisa dimakan. Namun demikian, seharusnya kita ha- rus memerhatikan kebersihan dan nilai gizi dari berbagai makanan tersebut. Ini diperlukan supaya tubuh tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
Makanan yang setiap hari kita makan sebenarnya mempunyai banyak manfaat bagi tubuh. Berbagai manfaat itu antara lain: sebagai sumber energi; membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh; memperbaiki sel dan jaringan tubuh yang rusak; serta menjaga perta- hanan tubuh dari beragam penyakit.
Supaya bermanfaat secara maksimal, makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung berbagai zat penting (nutrisi), misalnya karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, air dan makanan berserat. Makanan yang demikian disebut makanan bergizi. Makan- an juga harus mudah dicerna, higienis (bersih), gizi seimbang, dan mengandung cukup air. Makanan ini dinamakan makanan yang sehat. Selain itu, makanan harus bebas dari kuman penyakit atau zat yang membahayakan tubuh, sehingga makanan tersebut dinamakan makanan higienis. Kemudian yang tidak kalah penting, selayaknya makanan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, usia, dan kondisi tertentu. Inilah yang disebut makanan berkecukupan.

1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang tersusun dari unsur-unsur seperti C (karbon), H, (hidrogen), dan O (oksigen). Ketiga unsur ini akan berse- nyawa dan berikatan membentuk beragam jenis karbohidrat.
Berdasarkan strukturnya, ada tiga jenis karbohidrat yang dapat kita ketahui, yakni monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Monosakarida (C6H12O6) merupakan karbohidrat yang sangat sederhana dan memiliki satu gugusan gula. Rasanya manis dan cukup mudah larut dalam air. Jenis karbohidrat ini dapat ditemui dalam ben- tuk glukosa, fruktosa, galaktosa, dan manosa. Dalam keadaan normal, darah seseorang mengandung 70 hingga 100 mg glukosa per 100 ml. Apabila kadar glukosa dalam darah seseorang lebih tinggi dari keadaan normalnya, orang tersebut dapat mengalami hiperglikemia. Semen- tara, bila kadar glukosanya lebih rendah, seseorang dapat mengalami hipoglikema.
Jenis karbohidat kedua ialah disakarida. Disakarida (C12H22O11)n merupakan karbohidrat yang mempunyai dua gugusan gula. Seperti monosakarida, disakarida juga berasa manis dan mudah larut dalam air. Contohnya yakni sukrosa, laktosa, dan maltosa. Sukrosa merupa- kan gabungan dari glukosa dan fruktosa. Laktosa adalah gabungan dari glukosa dan galaktosa. Sementara maltosa merupakan gabungan dari glukosa dan glukosa.
Selain kedua jenis karbohidrat tersebut, terdapat pula jenis karbo- hidrat yang lain yakni polisakarida. Polisakarida merupakan karbo- hidrat yang memiliki lebih dari 10 gugusan gula. Sebagian besar jenis karbohidrat ini tidak memiliki rasa. Kalaupun ada, rasanya pahit. Di samping itu, polisakarida susah larut dalam air. Contohnya ialah pati (amilum), glikogen, selulosa, pektin, lignin, dan kitin yang tersusun dari puluhan, ratusan, hingga ribuan gugusan gula. Setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori.
Bagi tubuh, manfaat makanan yang mengandung karbohidrat ialah sumber energi utama. Selain manfaat tersebut, terdapat pula manfaat yang lain seperti mengatur metabolisme sel; untuk diubah menjadi komponen organik lain (asam amino); membantu melancarkan proses pembuangan feses; dan sebagai bahan pembentukan sel.

2. Lemak
Lemak merupakan senyawa organik yang tersusun dari unsur-unsur C, H, O, dan kadang-kadang terdapat pula unsur P dan N. Cirinya yakni tidak dapat larut dalam air. Sebaliknya, lemak mudah larut dalam zat pelarut organik seperti kloroform, dan eter.
Menurut susunan kimianya, lemak terbagi atas tiga macam, yakni lemak sederhana, lemak majemuk, dan lemak turunan.
Lemak sederhana merupakan lemak yang tersusun atas trigliserida, yaitu suatu senyawa triester yang terbentuk dari satu gliserol dan tiga asam lemak. Misalnya, lemak daging dan minyak (contohnya minyak jagung).
Lemak majemuk ialah senyawa yang tersusun atas lemak dan senyawa bukan lemak, seperti fosfat, protein, dan glukosa. Contoh lemak jenuh adalah fosfolipid, fosfatid, dan lipoprotein. Fosfolipid merupakan lemak yang mengandung gugusan fosfat dan terdapat pada membran sel. Fosfatid merupakan senyawa yang terdiri atas lemak, fosfat, dan kolin. Sementara lipoprotein ialah senyawa yang tersusun atas lemak dan protein.
Adapun lemak turunan merupakan senyawa hasil proses hidroli- sis lemak. Contohnya, asam lemak, steroid, gliserol, dan kolesterol.
Berdasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak sebagai salah satu lemak turunan dapat dibagi menjadi dua jenis, meliputi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang dapat disintesis dalam tubuh, sehingga bersifat non- esensial. Biasanya terdapat pada lemak hewani dengan bentuk padat. Contohnya yakni asam stearat, asam palmitat, mentega, dan gajih. Sementara itu, asam lemak tak jenuh ialah asam lemak yang tidak dapat disintesis dalam tubuh, sehingga sifatnya esensial. Asam lemak tak jenuh banyak terdapat pada lemak nabati dan umumnya berbentuk cairan. Misalnya, asam oleat, asam ilnoleat, asam arakhidonat, minyak jagung, dan minyak kedelai.
Banyak orang yang beranggapan bahwa kolesterol sebagai zat penyebab penyakit di dalam tubuh. Padahal sebenarnya kolesterol juga memiliki fungsi penting bagi tubuh. Dalam jumlah sedikit, kolesterol merupakan komponen utama membran sel dan selubung mielin.
Kolesterol juga berperan dalam pembentukan zat-zat penting, semisal garam empedu, asam kholat, dan hormon seks.
Oleh karena pengaruh asam lemak jenuh, kolesterol dalam darah dapat meningkat jumlahnya. Jumlah kolesterol yang berlebihan, akan mengakibatkan pengendapan dalam pembuluh darah. Pengendapan ini menjadikan pembuluh darah berdiameter sempit atau biasa disebut ateri- osklerosis. Apabila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung, dapat menyebabkan jantung koroner. Sementara, bila penyumbatan ter- jadi pada pembuluh darah dalam otak, maka dapat menimbulkan stroke.
Lemak memiliki berbagai macam fungsi dalam tubuh, antara lain sebagai sumber efisiensi dan penyimpan energi; pelindung suatu bagian terutama di bawah kulit sehingga mencegah terlalu banyak kehilangan panas; sebagai bahan pokok membran plasma; dan sebagai alat untuk membatasi hilangnya air dari permukaan kulit.
Sumber makanan yang mengandung lemak meliputi lemak hewani dan lemak nabati. Lemak nabati merupakan lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti minyak kelapa sawit, minyak kelapa, dan kacang tanah. Sedangkan lemak hewani ialah lemak yang berasal dari hewan, misalnya lemak pada daging, mentega, susu, dan kuning telur. Setiap 1 gram lemak dapat menghasilkan energi sebesar 9,3 kalori.

3. Protein
Protein merupakan senyawa organik yang tersusun atas unsur-unsur seperti C, H, O, dan terkadang mengandung unsur S dan P. Hampir seperlima bagian tubuh kita tersusun atas senyawa organik ini. Protein ada menyusun otot dan tulang, ada yang menyusun kulit, dan banyak bagian tubuh lainnya.
Sewaktu proses pencernaan berjalan, protein di dalam tubuh di- ubah menjadi molekul sederhana yang disebut asam amino. Asam amino ini saling berikatan dan membentuk ikatan peptida. Ikatan yang terjadi di antara asam amino ini berukuran sangat panjang se- hingga terbentuklah rantai polipeptida.
Dewasa ini, asam amino yang menyusun protein dan diperlukan dalam tubuh sekitar 20 macam. Perhatikan Tabel 6.2. Asam amino ini dikelompokkan menjadi dua jenis. Jenis pertama, asam amino yang mutlak diperlukan dalam tubuh dan harus didapatkan dari luar, yakni asam amino esensial. Sedangkan jenis yang kedua, merupakan asam amino yang dapat disenyawakan tersendiri dalam tubuh, yang dise- but asam amino non-esensial. Asam amino esensial sangat berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan tubuh.
Berdasarkan sumber asalnya, protein dibagi menjadi dua jenis, yakni protein hewani dan protein nabati. Protein hewani ialah protein yang berasal dari hewan, misalnya ikan, daging, telur, dan susu. Sum- ber makanan yang demikian mengandung banyak asam amino esensial, sehingga termasuk protein sempurna. Sementara, protein nabati yakni protein yang berasal dari tumbuhan terutama sayur-sayuran, padi-pa- dian, dan kacang-kacangan. Kandungan asam amino makanan seperti ini kurang lengkap, sehingga proteinnya tidak sempurna. Kedelai ialah salah satu makanan yang bernilai hayati di antara protein hewani dan protein nabati.
Protein memiliki beragam fungsi di dalam tubuh, antara lain menghasilkan energi; membangun sel dan jaringan baru; mengganti sel dan jaringan yang rusak; menghasilkan materi pokok seperti enzim, hormon, antibodi dan kromosom; menjaga kestabilan cairan tubuh; dan berperan sebagai penyangga (buffer) pH.
Kekurangan protein pada anak-anak terutama umur 6-36 bulan, dapat menimbulkan penyakit kwashiorkor. Gejala yang dapat diamati pada penyakit ini semisal munculnya udema, pertumbuhan terhambat, hilangnya simpanan lemak dalam kulit, dan menurunnya tanggapan saraf psikomotorik. Sementara kelebihan protein pada orang dewasa, dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan. Obesitas merupakan kondisi berat badan seseorang yang melebihi berat badan normal sebesar 20 %.

4. Vitamin
Vitamin merupakan senyawa organik yang diperlukan dalam tu- buh dengan ada kecil, tubuh tidak dapat mensintesis vitamin sendiri. oleh karena itu, kebutuhan akan vitamin banyak diperoleh dari luar tu- buh. Hanya vitamin K dan D saja yang dapat disintesis dalam tubuh.
Di dalam tubuh, vitamin tidak berperan untuk menghasilkan energi. Namun, vitamin hanya sebagai katalisator (pemercepat reaksi) dalam proses metabolisme. Apabila seseorang kekurangan vitamin, metabolisme di dalam tubuh dapat terganggu. Kondisi demikian dinamakan avitaminosis.
Vitamin terbagi atas beberapa jenis, meliputi vitamin A, B1, B2, B3, B6, B11, B12, C, D, E, K, asam pantotenat dan vitamin H (biotin). Sementara berdasarkan sifat kelarutannya, vitamin dapat dibagi men- jadi dua jenis, yaitu vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin yang larut dalam lemak biasanya disimpan dalam lemak tubuh, misalnya vitamin A, D, E, dan K. Adapun vita- min yang larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh dan hanya diperoleh dari makanan keseharian. Vitamin yang demikian misalnya vitamin B dan vitamin C.

5. Mineral
Mineral merupakan senyawa non-organik yang tidak menye- diakan energi. Mineral terdiri atas dua kelompok, meliputi unsur makro (makro- elemen) dan unsur mikro (mikroelemen). Unsur makro merupakan berbagai unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Contoh- nya, natrium, kalium, fosfor, magnesium, klor, dan belerang. Unsur- unsur seperti fosfor, klor, dan belerang bersifat asam dalam larutan. Unsur-unsur ini banyak terdapat dalam makanan berprotein dan produk-produk serelia. Sementara untuk yang lain seperti natrium, ka- lium, dan magnesium bersifat alkali dalam larutan. Zat-zat demikian banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayuran.
Adapun unsur mikro yakni jenis unsur yang digunakan tubuh dalam jumlah kecil. Misalnya saja, mangan, kromium, kobalt, molibdenum, tembaga, dan seng. Berbagai unsur ini sangat penting bagi proses metabolisme dan pembentukan struktur tubuh.

6. Air
Air merupakan zat yang mudah ditemui di sekitar lingkungan kita. Kita tentu sering menggunakannya setiap hari. baik untuk mandi, mencuci, memasak, maupun minum. Namun sayang, kita hanya meng- gunakannya saja, tidak mengetahui manfaatnya secara pasti.
Setiap harinya, air yang kita konsumsi berkisar 2,5 liter. Jumlah tersebut bisa berasal dari makanan atau minuman. Konsumsi air sebe- sar ini, sebab 70% tubuh manusia terdiri atas air. Manusia dalam berb- agai kondisi, dapat hidup lama tanpa makanan. Namun, manusia tidak akan bertahan hidup tanpa air.
Begitu penting air bagi tubuh kita, menjadikan air memiliki bera- gam fungsi. Berbagai fungsi air adalah sebagai berikut.
a. Sebagai medium terjadinya berbagai reaksi kimia dalam tubuh;
b. Alat transpor zat pada pencernaan makanan dari usus halus menuju bagian tubuh yang lain;
c. Alat pengangkut sisa metabolisme dari jaringan tubuh menuju organ ekskresi untuk dibuang;
d. Alat pengangkut hormon dari berbagai kelenjar menuju bagian tubuh yang membutuhkannya;
e. Sebagai komponen penting dalam pelumasan tulang sendi, getah pencernaan, dan darah;
f. Dibutuhkan untuk reaksi hidrolisis dalam sistem pencernaan;
g. Membantu menjaga temperatur tubuh

B. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
Makanan yang kita makan akan dicerna melalui sistem pencernaan. Di dalam sistem pencernaan, terjadi proses pemecahan makanan yang mengandung zat seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi molekul sederhana. Proses yang demikian dinamakan proses pencernaan makanan.
1. Proses Pencernaan pada Manusia
Sistem pencernaan menyerupai saluran yang saling sambung- menyambung. Panjang saluran ini sekitar 9 meter. Alat-alat yang terdapat pada saluran tersebut meliputi rongga mulut (covum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum tineu), usus besar (intestinum krasum), dan anus. Selain saluran pencernaan, proses pencernaan makanan dibantu pula oleh sekresi getah pencernaan dari berbagai kelenjar pencernaan.

a. Rongga Mulut
Makanan masuk ke dalam tubuh pertama kali melewati rongga mulut. Oleh karena itu, proses pencernaan makanan secara mekanik dan kimiawi sudah dimulai pada bagian ini.
Pada rongga mulut terdapat beberapa bagian yang berperan dalam proses pencernaan yakni gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

1) Gigi
Gigi (dentis) merupakan bagian yang mengolah makanan saat kita makan. Melalui gigi, makanan dapat kita gigit, potong, sobek, kunyah dan dihaluskan. Sehingga, gigi mencerna makanan secara mekanik.
Berdasarkan bentuknya, gigi manusia meliputi gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan (premolar) dan gigi geraham belakang (molar).
Gigi seri (dentis insisivus) merupakan gigi yang berada pada bagian depan. Bentuknya tegak dengan tepi yang tajam, seperti sekop atau tatah. Gigi seri berfungsi untuk memotong makanan. Berikutnya adalah gigi taring (dentis kaninus). Bentuknya lebih tinggi dan runcing. Fungsi gigi taring adalah menyobek dan menarik makanan. Di belakang gigi taring terdapat gigi geraham depan dan gigi geraham belakang. Bentuk kedua gigi ini lebih rendah dan lebih rata dengan benjolan-benjolan kecil. Fungsinya adalah untuk menghancurkan dan menghaluskan.
Secara struktural, gigi memiliki beberapa bagian. Bagian yang tampak dari luar dinamakan puncak gigi atau mahkota gigi. Bagian yang tertanam di dalam rahang dinamakan akar gigi. Batas antara puncak dan akar gigi serta tertanam di dalam gusi dinamakan leher gigi. Selain bagian tersebut, bagian mahkota gigi dilapisi oleh lapisan keras yang mengandung kalsium dan berfungsi sebagai pelindung.
Lapisan demikian dinamakan email. Di bawah email terdapat dentin yang sedikit lebih halus dan berwarna kekuningan. Di bagian tengah gigi terdapat pulpa atau rongga gigi. Pada bagian ini terdapat pembuluh darah untuk memelihara seluruh gigi, dan saraf yang mendeteksi tekanan, panas, dingin, dan sakit. Pembuluh darah dan saraf tersebut menjulur hingga akar gigi. Akar gigi memiliki konstruksi yang kuat karena ditutupi oleh jaringan semacam tulang
yang disebut semen. Akar gigi yang menancap pada tulang rahang tersebut ada yang berjumlah satu dan dua.
Gigi dapat melalui gangguan jika tidak dibersihkan secara tepat dan teratur. Kuman atau bakteri yang hidup pada sisa-sisa makanan dapat menghasilkan zat-zat buangan yang bersifat asam sehingga menggerogoti email dan dentin. Akibatnya, gigi dapat berlubang dan biasa disebut rongga. Perawatan terhadap gigi seperti mengurangi makanan yang bergula, terlalu panas atau dingin dapat mencegah gigi dari kerusakan. Selain itu, membersihkan gigi dengan menggosoknya sebelum tidur dan setelah makan juga dapat mencegah dari kerusakan. Perawatan lainnya yakni memeriksakan gigi kepada dokter gigi secara teratur.
Berdasarkan tahapan perkembangannya, gigi manusia terdiri atas dua kelompok yakni gigi susu dan gigi dewasa. Gigi susu (dentis desidue) merupakan gigi yang tumbuh pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun. Jumlah gigi ini pada anak yakni 20 buah dengan rincian 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, dan 8 buah gigi geraham. Sejak usia 6 tahun hingga usia 14 tahun, gigi susu akan tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi dewasa.
Gigi dewasa atau gigi tetap (dentis permanen) merupakan gigi orang dewasa yang berjumlah 32 buah. Rinciannya 8 buah gigi seri, 4 buah gigi taring, 8 buah gigi geraham depan, dan 12 buah gigi geraham belakang. Apabila gigi dewasa tanggal, tidak terjadi pergantian gigi lagi alias tidak tumbuh.

2) Lidah
Lidah merupakan organ pencernaan yang tersusun atas otot lurik. Permukaannya terdapat papila-papila yang berfungsi sebagai indra pengecap dan terbungkus oleh mukosa. Terkait proses pencernaan, fungsi lidah antara lain untuk mengatur letak makanan dalam mulut mencampur makanan dengan ludah, dan mendorong makanan masuk ke dalam esofagus.

3) Kelenjar Ludah
Bagian yang tidak kalah penting peranannya bagi pencernaan ialah kelenjar ludah (glandula saliva). Sekresi dari kelenjar ini berwujud air liur atau ludah (saliva). Letak kelenjar ludah ada pada beberapa bagian dan masing-masing berjumlah sepasang. Misalnya saja, kelenjar ludah yang berada di bawah telinga atau glandula parotis. Fungsinya adalah menghasilkan ludah berbentuk cair dan mengandung enzim amilase. Selain kelenjar ludah tersebut, terdapat pula glandula submandibularis yakni kelenjar ludah yang berada pada rahang bawah dan glandula lingualis yang berada di bawah lidah. Fungsi kedua kelenjar ini ialah menghasilkan ludah yang mengandung air dan lendir.
Enzim amilase atau enzim ptealin yang dihasilkan kelenjar ludah berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi zat gula (glukosa). Dengan demikian, ludah membantu proses pencernaan makanan secara kimiawi. Di samping itu, ludah dapat menjaga temperatur rongga mulut, kemudian juga membantu dalam proses penelanan makanan menuju esofagus. Makanan yang melewati esofagus berbentuk bolus.

b. Kerongkongan (Esofagus)
Setelah makanan kita kunyah dalam mulut, makanan akan masuk menuju kerongkongan. Sebelum ke kerongkongan, pada pangkal teng- gorokan (laring) terdapat bagian yang memiliki katup dinamakan epiglotis. Epiglotis berfungsi mengatur masuknya makanan dan udara ke dalam tubuh.
Setelah makanan kita kunyah dalam mulut, makanan akan masuk menuju kerongkongan. Sebelum ke kerongkongan, pada pangkal teng- gorokan (laring) terdapat bagian yang memiliki katup dinamakan epiglotis. Epiglotis berfungsi mengatur masuknya makanan dan udara ke dalam tubuh.
Saat kita menelan makanan, laring bergerak ke atas sehingga tertutup oleh epiglotis dan tidak ada makanan yang masuk ke dalam batang tenggorokan (trakea). Na- mun, terkadang partikel kecil makanan atau air dapat masuk ke dalam laring atau trakea. Akibatnya, secara otomatis kita akan mengalami batuk atau tersedak.
Kerongkongan merupakan organ yang berperan sebagai tempat jalannya makanan menuju lambung. Panjangnya sekitar 25 cm dan berbentuk tabung den- gan diameter 2 cm. Dinding kerongkongan tersusun atas epitelium berlapis pipih.
Selain itu, pada kerongkongan terdapat pula beberapa otot, yakni otot melingkar dan otot longitudinal. Apabila otot tersebut berkontraksi, kerongkongan akan bergerak. Gerakan demikian disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik pada kerongkongan ialah gerakan mendorong dan meremas – remas makanan menuju lambung.

c. Lambung
Adanya gerak peristaltik pada kerongkongan, mengakibatkan makanan bergerak menuju lambung. Lambung merupakan sebuah kantung berotot menggelembung, den- gan dinding otot yang tebal dan mampu mengembang dengan baik. Letaknya berada di bawah sekat rongga dada, di sebelah kiri rongga perut, dan sebagian tertu- tup oleh hati.
Lambung tersusun atas tiga bagian. Bagian atas lambung dekat hati terdapat kardia, bagian tengah yang berbentuk kantung dinamakan fundus, dan bagian bawah dekat usus terdapat pilorus.
Pada bagian kardia, terdapat sebuah lubang yang tersusun dari otot sfingter kardia dengan bentuk melingkar. Peran otot ini seperti klep yang akan membuka bila ada makanan memasuki lambung dan segera menutup setelahnya. Ini di- lakukan supaya makanan tidak kembali lagi ke kerongkongan.
Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi dan mekanik. Secara kimiawi, ditunjukkan dengan adanya getah lambung hasil sekre- si kelenjar lambung. Kelenjar lambung berada pada dinding lambung. Hasil sekresinya dapat berupa asam klorida (HCL), pepsin, musin dan renin. Asam klorida memiliki derajat keasaman yang tinggi. Ini bergu- na agar bakteri yang masuk bersama makanan mati. Kemudian, asam klorida juga berperan dalam proses pengaktifan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi peptida/pepton. Musin berfungsi dalam pelicinan makanan. Sementara, renin merupakan protein yang berperan saat penggumpalan susu se hingga bisa dicerna dalam lambung.
Selain secara kimiawi, makanan juga dicerna secara mekanik oleh dinding lambung. Ini terjadi karena dinding lambung tersusun dari otot-otot yang selalu mengalami fase kontraksi dan istirahat. Otot-otot tersebut meliputi 3 otot yang tersusun secara memanjang pada bagian luar, melingkar pada bagian tengah, dan miring pada bagian dalam. Kontraksi ketiga otot tersebut menimbulkan gerak peristaltik. Akibat gerak ini, makanan teraduk dan tercampur dengan getah lambung sehingga menjadi bubur yang disebut kim. Selanjutnya, makanan menuju sfingter pilorus. HCL memengaruhi sfingter pilorus membuka dan selanjutnya makanan masuk menuju bagian pilorus. Oleh gerak peristaltik juga, makanan sedikit demi sedikit akan memasuki usus halus. Kira-kira makanan tersimpan di dalam lambung ini selama kurang lebih 5-6 jam. Setelah itu, lambung kosong kembali.

d. Usus Halus
Setelah melewati lambung, kim atau bubur makanan menuju usus halus secara bertahap. Usus halus atau intestinum merupakan saluran pencernaan yang paling panjang dalam tubuh yakni sekitar 6-8 meter. Proses pencernaan di dalamnya berlangsung secara kimiawi. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian, meliputi usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus penyerapan (ileum).
Usus dua belas jari ialah bagian usus halus yang bersambung se- cara langsung dengan lambung. Panjangnya sekitar 25 cm. Bila kita ukur dengan jari manusia ada sekitar 12 jari. Pada dinding ususnya bermuara dua saluran yang berasal dari kantung empedu dan pankreas. Kantung empedu menyimpan cairan berwarna kehijauan dengan rasa pahit. Cairan itu dinamakan empedu, yakni zat hasil ekskresi organ hati. Fungsi empedu adalah mencerna makanan berlemak. Cairan ini mengandung beberapa zat seperti garam mineral, pigmen (bilirubin dan biliverdin), kolesterol, fosfolopid, dan air. Garam mineral akan mempermudah dalam proses pengemulsian (penurunan kadar) lemak. Sementara, bilirubin dan biliverdin akan dioksidasi sehingga berfungsi untuk mewarnai feses dan urine agar berwarna kuning kecoklatan.
Pankreas menghasilkan getah pankreas yang mengandung zat- zat semacam enzim amilase, lipase, dan tripsinogen yang belum aktif. Amilase berperan mengubah zat tepung menjadi gula. Lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak. Sedangkan tripsinogen diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang berasal dari sekresi usus halus. Tripsinogen aktif menjadi tripsin dan tripsin segera mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.
Dari usus dua belas jari, bubur makanan akan menuju ke usus kosong (jejenum). Panjangnya sekitar 1,5 m hingga 1,75 m. Pada usus kosong, kim yang belum dicerna dengan sempurna akan dicerna kem- bali. Berbagai zat yang dicerna yakni karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, vitamin dan mineral tidak dicerna alias langsung diserap. Hasil pencernaannya ialah sari-sari makanan yang berupa asam amino, glukosa, asam lemak, dan gliserol.
Selanjutnya, sari-sari makanan diserap oleh usus penyerapan (ileum). Panjang usus penyerapan sekitar 0,75 hingga 3,5 m. Proses penyerapannya dilakukan oleh jonjot-jonjot usus atau vili yang berada pada dinding usus halus. Adanya vili menjadikan permukaan penyerapan usus halus menjadi luas. Vili tersusun oleh pembuluh darah, pembuluh kil atau lakteal (limfa), dan sel epite- lium.
Zat-zat semisal asam amino, glukosa, vitamin, dan mineral diserap pembuluh darah yang berada pada vili. Darah yang men- gandung sari-sari makanan ini diedarkan menuju hati untuk di- simpan dan yang lainnya diedarkan ke seluruh tubuh. Adapun asam lemak bereaksi dengan garam mineral (garam karbonat dan bikarbonat) membentuk sabun. Bersamaan dengan sabun, gliserol akan diserap vili dan dibawa oleh pembuluh kil.

e. Usus Besar
Sari-sari makanan dan zat yang berguna telah diserap oleh usus halus, sisanya akan diteruskan menuju usus besar. Usus besar (large intestine) atau kolon (colon) merupakan persambungan usus halus yang panjangnya sekitar 1 m dan berdiameter 6,5 cm. Fungsi utama usus ini ialah mengontrol kadar air sisa makanan. Air pada sisa makanan yang berlebihan akan diserap (reabsorpsi), sedangkan bila kurang akan ditambah. Selain itu, pada usus besar juga terjadi proses pembentukan feses yang selanjutnya dibuang melalui anus.
Usus besar terbagi atas beberapa bagian. Ada bagian usus besar yang naik (askenden), ada yang mendatar (transversum), dan ada pula bagiannya yang menurun (deskenden). Pada bagian perbatasan antara usus halus dan usus besar terdapat bagian yang dinamakan sekum atau usus buntu. Supaya sisa makanan dari usus halus yang menuju usus besar tidak kembali lagi, sekum ini memiliki klep yang disebut klepileosekum. Adanya klep ini dapat mencegah bakteri-bakteri kembali ke usus halus.
Di bagian ujung sekum ada bagian yang dinamakan umbai cacing (apendiks). Ditaksir umbai cacing bisa mencegah infeksi. Namun, umbai cacing bisa pula mengalami peradangan, yang disebut apendisitis.
Di dalam usus besar terdapat bakteri yang menguntungkan. Bakteri yang dimaksud yakni Escherecia coli (E. coli). Bakteri ini membusukkan sisa makanan menjadi feses. Feses yang terbentuk menjadi lunak sehingga mudah dikeluarkan. Bakteri ini juga dapat menghasilkan zat yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya biotin, asam folat, vitamin K, dan beberapa vitamin B. Sebelum dikeluarkan, feses terkumpul dalam rektum. Rektum merupakan bagian akhir dari usus besar.

f. Anus
Feses yang terkumpul dalam rektum dikeluarkan melalui saluran pengeluaran yang dinamakan anus. Proses pengeluaran feses lewat anus ini disebut proses defikasi. Pada anus terdapat otot sfingter anus yang berupa otot polos dan otot lurik. Masing-masing otot ini berturut-tu- rut berada di dalam dan bagian luar lubang anus. Saat feses menyen- tuh dinding rektum, otot lurik terangsang melakukan proses defikasi. Akibatnya, secara sadar kita akan melakukan mengejan (berkontraksi). Tindakan kita ini akan menjadikan otot polos mengendur, sehingga feses keluar dari tubuh.

C. PENYAKIT / KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Ada beberapa gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem pencernaan kita. Ulasan berikut membahas beberapa gangguan atau kelainan tersebut.
a. Gastritis
Gastritis merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lendir) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan makanan yang mengandung kuman penyakit. Kemungkinan juga karena kadar asam klorida (HCl) pada lambung terlalu tinggi.

b. Hepatitis
Hepatitis merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi virus pada hati. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui air atau makan- an.

c. Diare
Diare dapat terjadi karena adanya iritasi pada selaput dinding usus besar atau kolon. Feses penderita diare berbentuk encer. Penyebabnya adalah penderita memakan makanan yang mengandung bakteri atau kuman. Akibatnya gerakan peristaltik dalam usus tidak terkontrol. Sehingga, laju makanan meningkat dan usus tidak dapat menyerap air. Namun, apabila feses yang dikeluarkan bercampur dengan darah dan nanah, kemudian perut terasa mulas, menunjuk- kan adanya gejala penyakit desentri. Penyebabnya yakni infeksi bak- teri Shigella pada dinding usus besar.

d. Konstipasi
Sembelit atau konstipasi ialah keadaan yang dialami seseorang dengan gejala feses mengeras sehingga susah dikeluarkan. Sembelit disebabkan oleh adanya penyerapan air pada sisa makanan. Akibat- nya, feses kekurangan air dan menjadi keras. Ini terjadi dari kebiasaan buruk yang menunda-nunda buang besar. Selain itu, juga karena kurangnya penderita mengonsumsi makanan berserat. Oleh karena itu, banyak makan buah-buahan dan sayuran berserat serta minum banyak air dapat mencegah gangguan ini.

e. Apendisitis
Apendisitis merupakan gangguan yang terjadi karena peradangan apendiks. Penyebabnya ialah adanya infeksi bakteri pada umbai cacing. Akibatnya, timbul rasa nyeri dan sakit.

f. Hemeroid/Wasir/Ambeyen
Hemeroid atau wasir/ambeyen merupakan gangguan pembengkaan pada pembuluh vena di sekitar anus. Orang yang sering duduk dalam beraktivitas dan ibu hamil seringkali mengalaminya gangguan ini.

g. Maag
Orang yang mengalami maag memiliki ciri-ciri rasa perih pada dinding lambung, mual, muntah, dan perut kembung. Gangguan ini disebabkan meningkatnya kadar asam lambung yang dipicu karena pikiran tegang, pola makan yang tak teratur, dan lain sebagainya.

h. Keracunan
Keracunan makanan dapat terjadi karena pengaruh beberapa bak- teri semisal bakteri Salmonela yang menyebabkan penyakit demam tipus dan paratipus.

D.BERBAGAI TEKNOLOGI YANG DAPAT MENCEGAH / MENGATASI MASALAH PADA SISTEM PENCERNAAN
Kelainan atau gangguan pencernaan dapat diatasi dengan kemajuan teknologi. Berikut beberapa caranya.
a. Rectal tube, peralatan yang digunakan untuk membersihkan rek- tum dan gas-gas dari usus.
b. Stomach tube, peralatan yang berbentuk selang dengan fungsi se- bagai pembilas dan pencuci perut. Selain itu, alat ini dapat juga difungsikan untuk pengobatan dan pengambil getah lambung.
c. Pembedahan dengan pembuangan bagian usus yang mengalami radang apabila sudah terlalu parah.
d. Pendeteksian kelainan pada lambung, usus 12 jari, dan esofagus melalui penggunaan sinar-X.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2013 in Biologi, Materi^^

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: